Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Laboratorium Hukum Clarities Gelar Diskusi Teknik Surat Dakwaan

Blog |

3 minggu yang lalu

|

38 dilihat

|

5 menit baca

foto blog Perkuat Kompetensi Mahasiswa, Laboratorium Hukum Clarities Gelar Diskusi Teknik Surat Dakwaan

Surabaya, 27 April 2026 – Laboratorium Hukum “Clarities” Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur kembali menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar yang dilaksanakan secara daring. Mengusung tema “Teknik Penyusunan Surat Dakwaan yang Jelas, Cermat, dan Lengkap”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan perspektif akademik dengan realitas praktik hukum dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

 

 

Narasumber utama dalam kegiatan ini, Achmad Dewa Nugraha, S.H., M.H., yang menjabat sebagai Kepala Subseksi Pra Penuntutan pada Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kepahiang, memaparkan pentingnya pemahaman mendalam mengenai surat dakwaan. Menurutnya, surat dakwaan bukan sekadar dokumen formal, melainkan instrumen krusial yang berfungsi sebagai dasar pembuktian bagi Penuntut Umum, penentu ruang lingkup pemeriksaan di persidangan oleh Majelis Hakim, serta acuan utama bagi Terdakwa dalam menyusun pembelaan.

Dalam pemaparannya, Achmad Dewa Nugraha menekankan bahwa sebuah surat dakwaan wajib memenuhi kriteria "cermat, jelas, dan lengkap" sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat 2 UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP. Ketidakpatuhan terhadap ketentuan ini, khususnya terkait uraian tindak pidana, dapat mengakibatkan surat dakwaan batal demi hukum. Selain itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis surat dakwaan, mulai dari dakwaan tunggal, subsidiaritas, alternatif, kumulatif, hingga kombinasi, serta pentingnya perumusan locus dan tempus delictie yang tepat dalam setiap penyusunan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami norma hukum secara tekstual, tetapi juga menginternalisasi bagaimana norma tersebut bekerja di lapangan. Melalui pengenalan teknik penyusunan dakwaan yang sistematis dan berbasis berkas perkara, mahasiswa didorong untuk memperkuat kapasitas analitis serta kesiapan profesional dalam menghadapi dinamika pembaruan hukum acara pidana di Indonesia.